Daerah

Perumda Varia Niaga Targetkan Okupansi Kos Bebaya Syariah Tembus 100 Persen di Bulan Maret

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 03 Februari 2026 19:24
Perumda Varia Niaga Targetkan Okupansi Kos Bebaya Syariah Tembus 100 Persen di Bulan Maret
Bebaya Kos Syariah milik Pemkot Samarinda yang dikelola oleh Perumda Varia Niaga di Jalan Perjuangan. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda menunjukkan tren positif dalam optimalisasi aset daerah melalui pengelolaan unit usaha Kos Bebaya Syariah di Jalan Perjuangan.

Meski baru beroperasi secara efektif pada akhir Oktober yang bukan merupakan masa puncak penerimaan mahasiswa baru, tingkat hunian fasilitas ini telah mencapai angka di atas 60 persen. Dari total kapasitas 50 kamar yang tersedia, sebanyak 30 kamar kini telah terisi dengan mayoritas penghuni berasal dari kalangan mahasiswa fakultas kedokteran. 

Direktur Utama Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan optimisme tinggi bahwa fasilitas ini akan segera mencapai kapasitas maksimal dalam waktu dekat. 

“Alhamdulillah tingkat okupansinya sudah di atas 60 persen. Kalau melihat dari marketing kita, kemungkinan besar Maret ini sudah penuh semua kamarnya karena sudah banyak yang booking,” ujar Syamsuddin. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun awal operasional terhitung lambat karena melewati momentum pendaftaran kuliah di bulan Juli dan Agustus, daya tarik fasilitas ini tetap mampu memikat penyewa untuk berpindah lokasi kos.

Hunian yang dibanderol dengan harga sewa Rp2 juta hingga Rp2,3 juta per bulan ini mengedepankan sistem manajemen syariah yang ketat namun tetap bersifat inklusif. Syamsuddin menekankan bahwa konsep syariah yang diterapkan lebih menitikberatkan pada pengaturan keamanan dan privasi penghuni perempuan tanpa membatasi latar belakang agama penyewa. 

“Kos syariah ini adalah kos putri. Bukan berarti yang boleh tinggal hanya muslimah, non-muslim juga boleh. Tetapi sistem yang dibangun memang berbasis syariah,” tegasnya.

Keunggulan sistem syariah ini tercermin pada protokol keamanan yang ketat, di mana seluruh petugas di dalam area kos adalah perempuan, termasuk personel keamanan. Akses bagi pria dibatasi dan hanya diizinkan masuk dalam kondisi darurat atau perbaikan teknis dengan persetujuan ketat. 

Syamsuddin menambahkan bahwa pola ini sengaja dibentuk untuk memberikan rasa tenang bagi para wali mahasiswa. “Ini menjadi solusi bagi orang tua yang khawatir terhadap keamanan anaknya. Sistem syariah benar-benar kami terapkan, termasuk pembatasan aktivitas hingga pukul 22.00 WITA,” ungkapnya.

Secara bisnis, pengelolaan aset milik Pemkot Samarinda ini menggunakan skema bagi hasil yang diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Berdasarkan kesepakatan, porsi pembagian laba bersih ditetapkan sebesar 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk Varia Niaga. Selain itu, 30 persen dari laba yang diperoleh Varia Niaga nantinya akan dikembalikan lagi ke kas daerah dalam bentuk setoran laba perusahaan.

Fasilitas yang disediakan mencakup pendingin ruangan (AC), kamar mandi dalam, ruang kerja (working space), musala luas, hingga dapur umum dengan gas gratis di setiap lantai. Ke depan, kawasan ini akan diintegrasikan dengan unit usaha Bebaya Mart yang menyediakan kebutuhan alat tulis kantor dan kafe bagi mahasiswa. 

“Konsepnya sudah kami siapkan dan presentasikan. Kami masih menunggu koordinasi dengan BPKAD terkait persetujuan branding sebelum unit ritel modern tersebut dirilis,” pungkas Syamsuddin.

[RWT]



Berita Lainnya