Daerah
Rindu Kota Raja Terobati, Rita Widyasari Akhirnya Pulang ke Tenggarong
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Setelah hampir sembilan tahun meninggalkan Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari akhirnya kembali ke Kota Raja. Kepulangan mantan Bupati Kukar dua periode itu disambut antusias ribuan warga yang memadati sejumlah ruas jalan sejak perbatasan Samarinda hingga pusat Kota Tenggarong, Jumat (12/6/2026).
Suasana haru langsung menyelimuti perjalanan Rita menuju kampung halamannya. Warga dari berbagai kalangan terlihat menunggu di sepanjang jalur yang dilalui rombongan.
Mereka melambaikan tangan, mengabadikan momen dengan telepon genggam, hingga berebut kesempatan untuk bersalaman dengan sosok yang pernah memimpin Kukar selama tujuh tahun tersebut.
Rita tiba melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kukar. Saat memasuki kawasan Simpang Lembuswana, jalur Samarinda-Tenggarong, ia kemudian berganti menggunakan sepeda motor dan diarak menuju Kota Raja.
Arak-arakan yang awalnya hanya diikuti sejumlah pendukung terus membesar sepanjang perjalanan. Memasuki wilayah Tenggarong, kerumunan warga semakin padat. Di kawasan Timbau hingga Jalan Melati, Kelurahan Panji, masyarakat memenuhi sisi jalan untuk menyambut kedatangannya.
Beberapa warga bahkan terlihat menyodorkan makanan dan minuman kepada Rita di tengah perjalanan. Tak sedikit pula yang memeluknya sambil menangis setelah bertahun-tahun hanya bisa mengikuti kabarnya melalui media.
Momen emosional itu juga dirasakan langsung oleh Rita. Ia mengaku tidak menyangka sambutan yang diterimanya akan sebesar itu.
“Terharu, apalagi tadi pas melewati jembatannya. Saya pikir enggak banyak orang yang menunggu, eh ternyata banyak yang menyambut dan mengiringi. Alhamdulillah, luar biasa. Jujur, itu enggak terbayangkan oleh saya,” kata Rita terharu.
Perjalanan menuju rumahnya sekaligus menjadi kesempatan bagi Rita untuk melihat kembali wajah Tenggarong yang telah lama ditinggalkannya. Dari atas kendaraan, ia mengamati sejumlah kawasan yang pernah menjadi bagian dari program pembangunan semasa menjabat sebagai kepala daerah.
Menurutnya, perkembangan kota saat ini cukup menggembirakan. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah kawasan Tanjung yang kini telah menjadi ruang publik dan lokasi berkumpul masyarakat.
“Saya senang lihat Tenggarong sekarang. Dulu kan saya yang membongkar kawasan Tanjung. Cita-cita saya memang membuat begitu, buat tempat nongkrong. Alhamdulillah sekarang sudah jadi, bagus dan keren,” ucapnya.
Rasa haru kembali muncul ketika Rita melihat sejumlah spanduk ucapan selamat datang yang masih menggunakan slogan program yang identik dengan masa kepemimpinannya.
“Tadi saya lihat ada spanduk-spanduk dan tulisan Bunda Rita Kukar Idaman lagi. Aduh, sedih rasanya. Saya sampai nangis,” ungkapnya.
Meski mendapat sambutan meriah, Rita mengaku belum memiliki agenda khusus selama berada di Kukar. Untuk sementara, ia ingin menikmati waktu bersama keluarga dan kembali beradaptasi dengan kehidupan di kampung halamannya.
“Aku kan lahir di sini. Sudah lama sekali enggak tinggal di rumah ini. Jadi saya mau lihat-lihat dulu. Saya masih punya aset dan sebagainya di sini. Sementara ini saya mau di sini dulu, istirahat dulu sambil melihat situasi,” imbuhnya.
Ia juga menyebut masih harus menjalani sejumlah proses terkait pemeriksaan yang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selain keluarga, ada beberapa hal yang sudah lama dirindukannya selama menjalani masa tahanan. Salah satunya adalah bakso GLG, kuliner legendaris Tenggarong yang menyimpan banyak kenangan masa mudanya.
“Yang paling saya kangen itu bakso GLG. Dulu waktu umur 17 tahun, ulang tahun saya di rumah ini dan makanannya bakso GLG. Saya bisa tiga kali makan bakso,” kenangnya sambil tertawa.
Tak hanya itu, Rita juga berencana berziarah ke makam ayah dan anggota keluarga lainnya yang telah meninggal dunia selama dirinya menjalani masa tahanan. Ia mengaku banyak kehilangan momen bersama keluarga karena keterbatasan komunikasi selama bertahun-tahun.
“Saya mau ke kuburan bapak dan adik saya. Banyak keluarga yang meninggal selama saya menjalani masa tahanan. Bahkan ada yang baru saya tahu hari ini setelah pulang,” katanya.
Saat disinggung soal kemungkinan kembali ke dunia politik, Rita memilih menepisnya. Ia menegaskan belum memiliki keinginan untuk kembali terlibat dalam aktivitas politik dan ingin fokus beristirahat serta berkumpul bersama keluarga.
“Kalau urusan politik, saya enggak mau dulu. Malas, capek saja,” ujarnya.
Bagi Rita, kepulangan kali ini bukan tentang politik ataupun jabatan. Ia hanya ingin kembali menikmati kampung halaman yang telah lama dirindukan, menyambung silaturahmi dengan keluarga dan sahabat lama, serta menikmati kehidupan yang selama bertahun-tahun hanya bisa dikenangnya dari kejauhan.
[RWT]
Related Posts
- Defisit Rp 2 Triliun per Bulan, Dirut BPJS Kesehatan Peringatkan Risiko Gagal Bayar Juli 2027
- Kejati Kaltim Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Tambang CV ABI
- Setelah Greenland, Donald Trump Kini Lirik Kepulauan Chagos di Samudra Hindia
- Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes di Istana, Prabowo Minta Maaf Sempat Tunda Agenda
- 358 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Samarinda, Empat Kloter Lain Menyusul Juni Ini









