Internasional

Setelah Greenland, Donald Trump Kini Lirik Kepulauan Chagos di Samudra Hindia

Network — Kaltim Today 09 Juni 2026 10:52
Setelah Greenland, Donald Trump Kini Lirik Kepulauan Chagos di Samudra Hindia
Kepulauan Chagos. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikabarkan tengah membidik target geopolitik baru setelah sebelumnya sempat menghebohkan dunia dengan ketertarikannya terhadap Greenland. Kali ini, Trump disebut-sebut sedang mempertimbangkan opsi serius untuk mengambil alih Kepulauan Chagos yang terletak di kawasan strategis Samudra Hindia.

Langkah ini mencuat di tengah perdebatan internasional yang masih berlangsung mengenai masa depan kepulauan tersebut, serta status hukum pangkalan militer berkekuatan besar di Pulau Diego Garcia.

Melansir laporan dari The Telegraph, pemerintahan AS saat ini sedang mengkaji sejumlah pilihan strategis. Salah satu opsi yang menggelinding di Gedung Putih adalah kemungkinan melakukan kesepakatan bilateral langsung dengan pihak Mauritius terkait kepemilikan Kepulauan Chagos.

Rencana ofensif diplomatik ini disebut-sebut sebagai langkah alternatif untuk menjegal rencana Inggris. Sebelumnya, London diketahui berniat menyerahkan kedaulatan kepulauan penuh sejarah tersebut kepada Mauritius, sebagaimana dikutip dari Metro UK, Senin (8/6/2026).

Perlu diketahui, Diego Garcia merupakan pulau karang (atoll) terbesar di gugusan Kepulauan Chagos. Wilayah ini bertindak sebagai pangkalan militer gabungan antara AS dan Inggris, menjadikannya instalasi pertahanan bernilai taktis tinggi untuk mengontrol sirkulasi keamanan dan navigasi udara-laut di Samudra Hindia.

"Lokasi strategis Diego Garcia di Samudra Hindia menjadikannya instalasi militer yang vital dan sangat diperlukan yang sangat penting bagi keamanan nasional AS," ujar seorang pejabat tinggi AS yang mengetahui dinamika isu Kepulauan Chagos.

Ia menegaskan bahwa selama proses transisi ini berlangsung, pihak Washington terus melakukan komunikasi intensif dan koordinasi satu pintu dengan London guna memantau masa depan pangkalan udara-laut tersebut.

“Kami tetap melakukan diskusi rutin dengan sekutu Inggris kami saat kami bekerja sama untuk menjaga keberlangsungan Diego Garcia sebagai platform keamanan regional,” ungkap pejabat tersebut membeberkan komitmen pertahanan bersama.

Menurut ringkasan laporan beberapa media internasional, usulan pembelian atau akuisisi Kepulauan Chagos masih bersifat dokumen kajian internal di lingkungan penasihat kepresidenan Gedung Putih. Hingga saat ini, belum ada draf proposal ataupun penawaran resmi (official bid) yang disetorkan kepada pemerintah Mauritius.

Di sisi lain, pemerintah Mauritius jauh-jauh hari telah memasang tameng diplomatik yang kokoh. Mereka menegaskan bahwa status kedaulatan mutlak atas Kepulauan Chagos harga mati dan sama sekali tidak dapat dinegosiasikan atau diperjualbelikan kepada pihak asing.

Semenjak kembali menduduki kursi nomor satu di Amerika Serikat, Donald Trump memang dikenal kerap melontarkan gagasan kontroversial terkait pengambilalihan wilayah territorial yang dianggap menguntungkan proyeksi kekuatan Washington. Sebelum mengincar Chagos, ambisinya untuk mencaplok Greenland dari tangan Denmark telah lebih dulu memicu ketegangan diplomatik internasional. 

[RWT] 



Berita Lainnya