Advertorial
Sekda Berau Sebut Peluang Kerja Non Tambang Masih Terbuka Lebar, Dorong Sektor Produktif Lebih Dikembangkan
Kaltimtoday.co, Berau - Minat pemuda di Kabupaten Berau terhadap lowongan pekerjaan masih didominasi oleh sektor industri dan pertambangan. Padahal, sektor lain dinilai memiliki prospek yang tidak kalah menjanjikan.
Produktivitas melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan saat ini disiapkan untuk menyerap tenaga kerja. Karena dianggap strategis, mengurangi ketergantungan lapangan pekerjaan di sektor industri.
Sekretaris Daerah, Muhammad Said tak menampik, kalau pertambangan masih mendominasi sebagai sektor penyerap tenaga kerja terbanyak dan paling diminati.
"Padahal semisal kalau sektor yang produktif tadi bisa berkembang, maka lapangan kerja baru akan terbuka luas," ujar Sekda.
Menurutnya, bidang non tambang merupakan sektor berkelanjutan yang bisa terus dikembangkan. Sebagaimana saat ini Berau tengah mempersiapkan diri untuk mengelola perekonomian dari sektor perikanan (blue economy). Komoditi perkebunan yang saat ini juga semakin terbuka luas.
Sehingga, sekda mengingatkan, agar dinas terkait bisa memanfaatkan peluang sektor tersebut untuk menyerap tenaga kerja. Caranya, bisa melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan.
Tujuannya, agar ekosistem ketenagakerjaan yang di Berau bisa lebih menyesuaikan terhadap perubahan zaman. Karena, angka pengangguran juga menjadi indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semua pihak harus bergerak bersama, membangun sinergi agar masyarakat kita benar-benar bisa bekerja, produktif, dan sejahtera,” tegasnya.
[MGN | ADV PEMKAB BERAU]
Related Posts
- Jangan Patah Semangat! Ini 5 Jalur Mandiri PTN Favorit yang Masih Buka Pendaftaran Juni 2026
- Warung di KM 38 Samboja Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar di Kepala dan Tangan
- NISN dan NIK Tidak Ditemukan Saat Cek PIP Juni 2026? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusinya
- Distransnaker Kukar Siapkan Alternatif bagi Pekerja Terdampak PHK Tambang
- Warga Loa Bakung Tegaskan SHM Harga Mati, Tolak Perpanjangan HGB Meski Ada Keringanan Biaya









