Daerah

Rekam Jejak BPBD Berau 2025, dari Evakuasi Warga hingga Penanganan Kebakaran

Kaltim Today
09 Januari 2026 16:18
Rekam Jejak BPBD Berau 2025, dari Evakuasi Warga hingga Penanganan Kebakaran
Ketika petugas BPBD menindaklanjuti laporan kunci motor yang jatuh ke drainase. (BPBD Berau)

Kaltimtoday.co, Berau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau mencatat, jika di tahun 2025 kemarin, banyak menerima laporan evakuasi, diluar daripada pemadaman api.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menuturkan, kejadian yang paling banyak ditangani pihaknya, adalah evakuasi sarang tawon dari lingkungan rumah warga total kejadian mencapai 89 kasus.

Masih dalam proses penanganan evakuasi, terbanyak kedua adalah menangkap ular yang masuk permukiman sebanyak 78 kejadian.

"Keduanya memang terlihat sepele tetapi cukup berbahaya apabila di permukiman sekitar terdapat banyak anak-anak," katanya, Jumat (9/1/2026).

Selain itu, konflik manusia dan satwa juga terjadi beberapa kasus yang tercatat oleh BPBD. Seperti menangani evakuasi biawak sebanyak 11 kali, anjing liar 5 kali, buaya 2 kali, serta masing-masing satu kali evakuasi trenggiling dan monyet liar. 

Posisi ketiga, adalah tugas paling krusial yakni pemadaman api. Tercatat, sepanjang 2025, 49 kasus kebakaran kawasan hunian warga sudah berhasil dipadamkan, dengan total kerugian ditaksir hampir miliaran rupiah.

Nofian memastikan, puluhan insiden kebakaran yang ditangani rata-rata berada di areal padat penduduk. Sehingga, pihaknya dituntut untuk bekerja cekatan dan gesit guna meminimalisir korban jiwa dan harta benda.

Adapun kejadian darurat lain yang juga dianggap serius, seperti evakuasi jenazah, yang tercatat satu kali sepanjang tahun. Jenazah ini merupakan, korban tenggelam diduga akibat penyakit epilepsi yang dievakuasi November lalu.

"Penanganan kasus yang berkaitan dengan evakuasi jenazah tentu membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang matang serta pendekatan yang humanis dan penuh kehati-hatian," katanya.

Adapula penanganan pada sektor lingkungan dan fasilitas umum. Evakuasi pohon tumbang, dilakukan 2 kali, penyemprotan jalan 3 kali, serta evakuasi mobil terperosok sebanyak 2 kali.

Selain itu, adapun kejadian yang terlihat sepele namun juga dilaporkan warga. Seperti membantu pelepasan cincin yang tersangkut di jari sebanyak 11 kali.

Membuka mobil yang terkunci 2 kali, mengambil kunci motor yang jatuh ke parit 2 kali, hingga mengangkat ponsel yang tercebur ke sungai 1 kali.

Berikutnya, ada laporan kucing yang terjebak di atas pohon sebanyak 2 kali, warga terkunci di dalam toilet 1 kali, serta kunci pintu patah 1 kali.

“Bagi kami, tidak ada istilah laporan kecil atau besar. Selama itu menyangkut keselamatan dan membutuhkan bantuan, kami tetap datang. Dan semua itu dilakukan gratis,” tegas Nofian.

[MGN | RWT] 



Berita Lainnya