Daerah

Solusi Tempias Pasar Pagi, Kontraktor Bakal Pasang Prototype Jendela Geser untuk Pantau Efektivitas 

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 25 Februari 2026 21:05
Solusi Tempias Pasar Pagi, Kontraktor Bakal Pasang Prototype Jendela Geser untuk Pantau Efektivitas 
Sejumlah pedagang Pasar Pagi yang memutuskan memasang terpal hingga paranet untuk mengurangi dampak tempias hujan terhadap kios mereka. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemkot Samarinda mulai mengambil langkah serius untuk menangani keluhan tempias air hujan di gedung baru Pasar Pagi yang kini menjadi sorotan publik. Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda mengungkapkan bahwa desain teknis untuk perbaikan tersebut telah dinyatakan final, namun saat ini pihak pengelola masih menunggu instruksi resmi terkait pelaksanaan di lapangan. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa penanganan tempias ini akan menggunakan sistem jendela geser atau sliding yang dinilai lebih efisien dibandingkan solusi sementara sebelumnya.

Nurrahmani merincikan bahwa material yang dipilih adalah rangka aluminium dengan kaca berbahan mika akrilik untuk meminimalkan beban pada struktur bangunan. 

"Bentukannya pun sudah oke seperti sliding samping atas bawah. Bahannya tuh aluminium, kemudian kacanya mika akrilik supaya tidak berat," ungkapnya saat dikonfirmasi mengenai progres perbaikan gedung Pasar Pagi Rabu (25/2/2026). 

Pilihan ini diambil setelah mempertimbangkan kegagalan penggunaan tirai besi sebelumnya yang justru menimbulkan suara bising dan berisiko rusak saat diterjang angin kencang karena hanya menggunakan material besi yang berat.

Selain masalah tempias, kondisi tangga gedung yang dinilai terlalu renggang dan membahayakan pengunjung juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan demi keselamatan. Jarak antar anak tangga yang terlalu lebar akan segera ditutup untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli yang beraktivitas di pasar tersebut. 

Mengenai hal ini, Nurrahmani memastikan pengerjaannya akan dilakukan beriringan dengan pemasangan sistem jendela di seluruh dinding bangunan. "Tapi kalau yang untuk tangga ini pasti dikerjakan. Tangga naik itu kan giginya jarang, itu pasti akan dikerjakan sudah," tegasnya.

Meski desain dan rencana teknis sudah matang, Disdag Samarinda mengaku masih menemui kendala terkait kejelasan pos anggaran atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). 

Sejauh ini, koordinasi pembangunan gedung tersebut secara teknis berada di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. 

Nurrahmani menyatakan kesiapannya jika nantinya anggaran tersebut justru dititipkan kepada dinas yang ia nakhodai, asalkan ada arahan yang jelas dari pimpinan dan informasi penganggaran yang pasti.

"Kalau memang ada DPA-nya di Disdag, tentu kami siap mengawal. Tapi sampai hari ini kami belum menerima informasi resmi," jelas Nurrahmani. 

Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini komunikasi dengan pihak kontraktor terus berjalan, terutama mengenai uji coba pemasangan di lokasi pasar untuk melihat ketahanan terhadap arah angin. Pihak kontraktor dijadwalkan akan segera memasang contoh fisik sebagai langkah awal sebelum pengerjaan dilakukan secara menyeluruh di seluruh lantai.

Nurrahmani menuturkan bahwa pemasangan contoh tersebut bertujuan untuk melihat efektivitas sistem sliding agar pedagang dapat membuka dan menutup jendela dengan mudah tanpa risiko kerusakan pada rel.

“Kontraktor berencana memasang prototype dalam beberapa hari ini, kemungkinan di lantai dua atau tiga. Nanti kita lihat efektivitasnya," kunci Nurrahmani. 

[RWT]



Berita Lainnya