Daerah
Abai Soal Putusan MA, Disdikbud Kaltim Ungkap Alasan Pencopotan Kepsek SMAN 10 Samarinda
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) secara resmi mencopot jabatan Fathur Rachim sebagai Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, di tengah proses pemindahan SMAN 10 Samarind ke Kampus A sesuai putusan MA.
Permohonan pengembalian SMAN 10 Samarinda ke Kampus A di Jalan HAMM Rifaddin Samarinda Seberang juga berdasarkan pada Putusan Nomor: 72 PK/TUN/2017 yang memutuskan bahwa lahan yang terletak di sana, mutlak milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Beberapa amar putusan di antaranya, Nomor: 45/G/2021/PTUN.SMD tanggal 28 April 2022, Nomor: 151/B/2022/PT.TUN.JKT. tanggal 14 September 2022, dan Nomor: 27 K/TUN/2023 tanggal 9 Februari 2023.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin mengatakan bahwa penonaktifan jabatan kepala sekolah ini dikarenakan Fathur Rachim lamban dalam melaksanakan putusan MA.
"Kurang kooperatif dalam proses pemindahan sekolah. Cenderung menghambat proses ini," sebutnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan itu berkaitan erat dengan upaya percepatan pemindahan SMAN 10 Samarinda yang telah diputus Mahkamah Agung (MA) untuk ditaati sesegera mungkin.
"Sudah ada putusan MA yang bersifat inkrah. Pemerintah Provinsi Kaltim memahami bahwa negara ini adalah negara hukum, dan kita kan wajib melaksanakan putusan itu," kata Armin.
Terpisah, Disdikbud Kaltim menunjuk salah satu guru senior di SMAN 10 Samarinda, Suyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Samarinda, dan mengaku terkejut.
Suyanto sendiri belum sempat bertemu dengan pihak Disdikbud Kaltim yang datang ke sekolah untuk menyampaikan penunjukan tersebut.
"Saya langsung tanya ke Pak Kadis, dan beliau membenarkan. Katanya memang kemarin ada pembahasan soal SMAN 10 dan muncul usulan pergantian. Tapi ini tugas, tentu akan saya jalankan,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Srikandi PLN UIP KLT Gelar Pelatihan Menjahit Bagi Disabilitas dan Ibu Tunggal
- Pegadaian Kucurkan Bantuan 1.500 Paket Sembako bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang
- Industri Hulu Migas Butuh Beragam Keahlian, PHE Ajak Mahasiswa Polnes Kenali Peluang Karier
- Aji Mirni Mawarni Minta Anak Muda Kaltim Lebih Kritis dan Berbasis Data
- Kemenaker Targetkan Pembahasan UMP 2027 Tuntas Akhir November 2026









