Daerah
Banjir Kepung Akses Jalan di Meraang, Peningkatan Infrastruktur Diupayakan Tersalur di Anggaran Belanja Tambahan
Kaltimtoday.co, Berau - Tumbit Melayu merupakan salah satu kampung yang menjadi langganan banjir di Kabupaten Berau. Bahkan bencana hidrometeorologi ini sudah mengepung kampung ini secara berturut-turut sejak April lalu.
Akibat luapan yang cukup tinggi, sebagian badan jalan ikut terendam. Warga yang berada di lokasi sekitar sulit beraktivitas dan nyaris terisolir, khususnya yang berada di sekitar dusun Meraang.
Melihat fenomena ini, sejumlah instansi pemerintah dipimpin langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih bergerak cepat melakukan pemantauan ke lapangan. Di sela-sela agenda ini, guna meringankan warga yang terdampak cukup parah, dirinya pun memberi sejumlah paket sembako.
"Kami meninjau titik-titik yang cukup parah, karena arus air yang deras hingga menutup badan jalan, sehingga sejumlah warga kesulitan untuk melakukan aktivitas karena akses satu-satunya terkepung banjir," katanya.
Sementara itu, terkait dengan badan jalan yang terkepung banjir, pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah menyiasati dengan berbagai langkah penanganan. Rencananya penanganan akan dilakukan setelah anggaran kegiatan tersebut telah tersedia di Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
"Insya Allah akan kami lakukan untuk peningkatan jalan dengan penambahan gorong-gorong jadi ketika air melintas tidak lagi melalui badan jalan dan tidak menggerus tanah," tambahnya.
Senada dengan Bupati, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hendra Pranata menyebut, jika kajian telah dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah V dan Provinsi Kaltim.
Setelahnya hasil kajian tersebut akan dikolaborasikan melalui pengerjaan peningkatan infrastruktur badan jalan. Dengan tujuan, mengurangi limpasan air.
"Itu Insya Allah akan kita buatkan gorong-gorong termasuk beberapa titik yang terdampak akan kita survei kembali," tambahnya.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Semarak Finale Party Glorience Smaridasa ke 28, Panggung Bakat Siswa hingga Apresiasi Guru
- Soal Penataan Lapak Pasar Pagi, Pedagang Sarankan Berbasis Arus Pembeli dan Perputaran Uang
- Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu, Polisi Periksa 8 Saksi
- Rencana Buka Prodi Baru Tak Mudah, Unikarta Terkendala SDM dan Infrastruktur
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda HarianĀ









