Daerah

Dinding Retak di Fly Over Air Hitam Bakal Dibongkar Usai Lebaran, Struktur Diganti Bata Ringan

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 28 Februari 2026 21:16
Dinding Retak di Fly Over Air Hitam Bakal Dibongkar Usai Lebaran, Struktur Diganti Bata Ringan
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Samarinda, Budy Santoso. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda menjelaskan penanganan lanjutan mengenai retakan pada dinding Flyover Air Hitam, khususnya di titik yang berada tepat di depan SMK Negeri 2 Samarinda. 

Meski sempat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat pengguna jalan, namun otoritas terkait memastikan bahwa kerusakan itu sama sekali tidak mengancam integritas maupun kekuatan konstruksi jembatan layang tersebut. 

Dinas PUPR Samarinda menegaskan bahwa retakan yang terlihat secara kasat mata hanya terjadi pada bagian dinding penutup, bukan pada elemen konstruksi utama yang menopang beban jalan.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Samarinda, Budy Santoso, menjelaskan bahwa komponen yang mengalami keretakan tersebut merupakan bagian tambahan yang tidak memiliki fungsi struktural. 

"Kalau dipotong tidak akan mengurangi kapasitas flyover. Itu bukan bagian dari struktur," tegas Budy. Ia meminta warga untuk tidak merasa waswas karena keamanan jembatan secara keseluruhan masih dalam kondisi sangat stabil untuk dilalui kendaraan.

Secara teknis, keberadaan dinding tersebut awalnya bertujuan untuk menutup ruang terbuka di bawah flyover. Langkah ini diambil sebagai upaya pengamanan agar area tersebut tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif oleh pihak-pihak tertentu. 

Oleh karena itu, dinding ini hanyalah partisi pelindung dan bukan bagian dari struktur beton bertulang yang menyangga lalu lintas di atasnya. "Hanya akan dilepas sementara, kemudian ditutup kembali menggunakan material yang bukan merupakan struktur berat. Itu lebih ke pengamanan saja," ujar Budy.

Langkah perbaikan yang telah disusun oleh Dinas PUPR melibatkan pembongkaran atau pemotongan pada bagian dinding yang retak. Sebagai solusinya, pihak dinas akan mengganti dinding tersebut dengan material yang jauh lebih fleksibel, yakni bata ringan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. 

Penggunaan material ini dianggap lebih efisien dan memadai untuk menjaga fungsi pengamanan tanpa memberikan beban berlebih pada area tersebut. Terkait jadwal pengerjaan, Dinas PUPR Samarinda merencanakan proses perbaikan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. 

Budy menyebutkan bahwa pengerjaan ini tidak bersifat darurat karena tidak menyangkut aspek struktural, sehingga tidak dipasang target waktu yang sangat ketat. Selain itu, ia memastikan proses perbaikan tidak akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di atas jembatan layang. 

"Kalau buka dindingnya sebenarnya tidak lama. Paling sekitar sebulan, tapi kami tidak kejar target waktu karena memang tidak mendesak secara struktur," tuturnya.

Kondisi retakan ini dipastikan hanya terjadi pada sisi depan SMK Negeri 2 Samarinda. Sementara itu, untuk bentang flyover yang berada di sisi depan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), kondisinya terpantau tetap stabil tanpa ada persoalan serupa. 

Budy menyebut perbedaan tinggi dinding di sisi UMKT membuat area tersebut lebih kokoh dan tidak terdampak masalah yang sama. "Kalau yang di sisi UMKT tidak ada masalah. Dindingnya relatif stabil,” pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya