Daerah
Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Longsor dan Banjir pada 2026
Kaltimtoday.co, Samarinda - Fokus pembangunan pendidikan di Kota Samarinda untuk tahun anggaran 2026 diarahkan pada pemulihan infrastruktur sekolah yang terdampak bencana alam. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda saat ini tengah mematangkan usulan perbaikan bagi sejumlah satuan pendidikan yang kondisinya mendesak akibat terjangan tanah longsor dan banjir rutin.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjamin keselamatan siswa serta memastikan stabilitas kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah yang rawan.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengonfirmasi bahwa rencana rehabilitasi bangunan sekolah tersebut saat ini masih dalam tahap asistensi bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda.
Proses asistensi ini menjadi penentu utama dalam menetapkan besaran alokasi dana yang akan dikucurkan, mengingat pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Hingga saat ini, pihaknya belum bisa merincikan total pagu anggaran secara pasti karena pembahasan teknis masih berjalan di tingkat perencanaan.
“Mungkin hari ini baru mulai asistensi. Teman-teman di Bapperida yang tahu persis, saya sendiri belum tahu anggarannya seperti apa nanti untuk 2026 yang kita usulkan,” ungkap Asli.
Ia menegaskan bahwa seluruh daftar usulan akan dikaji secara mendalam agar pemanfaatan anggaran tepat sasaran pada sekolah yang memiliki tingkat kerusakan paling parah.
Dalam dokumen usulan prioritas untuk periode 2026-2027, SMP Negeri 27 Samarinda menjadi salah satu perhatian utama akibat dampak kerusakan dari tanah longsor. Selain masalah longsor, Disdikbud juga memprioritaskan penanganan sekolah yang sering terendam banjir saat intensitas hujan tinggi, seperti SMP Negeri 24, SD Negeri 013 Samarinda Ulu, serta SD Negeri 021 yang lokasinya berdekatan dengan RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
Kondisi geografis dan lingkungan di sekolah-sekolah ini dinilai memerlukan intervensi fisik segera agar fasilitas pendidikan tetap layak digunakan. Meski fokus pada sekolah terdampak bencana, Asli mengakui masih banyak sekolah lain di Samarinda yang juga memerlukan perhatian infrastruktur.
Namun, ia menekankan bahwa eksekusi lapangan harus dilakukan secara bertahap mengikuti skala prioritas. “Itu beberapa di antaranya, tapi tentu masih ada sekolah-sekolah lain yang juga perlu penanganan. Semua akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia nanti,” jelasnya.
[NKH]
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









