Daerah

DLH Siapkan Rekayasa Pintu TPS Agar Tak Berhadapan Langsung dengan Taman Modern di Bung Tomo

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 20 Januari 2026 20:16
DLH Siapkan Rekayasa Pintu TPS Agar Tak Berhadapan Langsung dengan Taman Modern di Bung Tomo
Taman Modern di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang yang berdampingan dengan TPS aktif. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tengah menyiapkan langkah rekayasa ruang untuk mengatasi persoalan aroma tidak sedap di taman modern Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang. Langkah ini diambil setelah fasilitas publik yang baru selesai dibangun tersebut menuai catatan dari warga akibat lokasinya yang berdampingan langsung dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) aktif.

Meskipun taman di bawah Jembatan ini mengusung desain modern minimalis yang menyegarkan visual kawasan, keberadaannya yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari pusat tumpukan sampah dianggap sangat mengganggu kenyamanan pengunjung. Bau menyengat yang terbawa angin menjadi keluhan utama warga yang melintas maupun yang bersantai di area tersebut.

Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Samarinda, Basuni, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan guna mengecek kondisi lapangan. Sebagai solusi jangka pendek, DLH berencana melakukan pemindahan arah pintu masuk TPS agar tidak lagi menghadap langsung ke arah taman. 

“Awalnya kami berpikir untuk menanam pagar hidup guna menghalangi pandangan dan mengurangi bau. Namun, setelah ditinjau, ruang tanamnya tidak ada karena area itu sebagian besar sudah dilapisi cor beton,” ujar Basuni.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa rekayasa akses menjadi pilihan paling masuk akal saat ini. “Pintu depan yang sekarang ada menghadap langsung ke taman akan ditutup dan rencananya dipindah ke sisi belakang yang membelakangi taman. Rekayasa ruang ini dilakukan agar manfaat taman dan fungsi TPS tetap bisa berjalan beriringan tanpa saling mengganggu,” tambahnya.

Basuni juga menekankan bahwa memindahkan lokasi TPS secara total bukanlah perkara mudah. Selain sulitnya mencari lahan pengganti di wilayah padat penduduk, faktor keterjangkauan masyarakat dalam membuang sampah juga menjadi pertimbangan utama.

Selain masalah aroma, DLH juga menyoroti kondisi taman yang gersang dan panas pada siang hari. Untuk memperbaiki mikroklimat di sekitar area duduk, DLH berencana menambah pohon peneduh di beberapa titik yang memungkinkan.

“Kami menyarankan penanaman pohon Ketapang Kencana karena tipikal tajuknya yang menyerupai payung sehingga bisa memberi keteduhan. Harapannya, warga tetap bisa menikmati taman meski di siang hari,” jelas Basuni. 

Terkait status pengelolaan, Basuni mengungkapkan bahwa hingga saat ini fasilitas tersebut secara resmi masih berada di bawah wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda dan belum diserahterimakan ke instansi lain termasuk DLH.

“Dalam waktu dekat akan diadakan diskusi lanjutan antara PUPR, DLH, pihak kecamatan, dan kelurahan. Kami ingin memastikan pengelolaan taman ini jelas alurnya, apakah nanti ke DLH atau lebih optimal di bawah kecamatan atau kelurahan sesuai tupoksinya, agar aset ini tidak terbengkalai,” pungkasnya.

[RWT]



Berita Lainnya