Daerah
Evaluasi Pencairan Gratispol, Rektor UMKT Nilai Keterlambatan Masih dalam Batas Wajar
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pencairan bantuan program pendidikan gratis (Gratispol) beberapa bulan lalu sempat mengalami keterlambatan. Alasannya karena masa transisi pemerintahan provinsi. Pihak perguruan tinggi pun angkat bicara terkait hal tersebut.
Pada dasarnya, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur sangat mendukung program besutan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud - Seno Aji.
"Sejak awal, kami sangat mendukung dan menyambut baik Program Gratispol. UMKT juga bersikap sangat kooperatif terhadap program ini, termasuk dalam hal tata kelola dan berbagai aspek teknis lainnya," kata Rektor UMKT, Muhammad Musiyam pada Rabu (14/01/2026).
Musiyam menyebut bahwa UMKT merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang mendapatkan kuota penerima Gratispol cukup besar. Hal ini didasari dengan kebutuhan dan banyaknya mahasiswa baru tahun 2025.
"Kuotanya cukup besar, dan mungkin karena kelonggaran anggaran. Kemungkinan bisa ditambah lagi," imbuhnya.
Sebagai informasi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur mendapatkan jatah kuota mahasiswa penerima program pendidikan gratis (Gratispol) sebanyak 2.205 orang tahun 2025.
Memang sempat ada beberapa keluhan dari mahasiswa terkait keterlambatan pencairan. Namun, Musiyam menilai bahwa kasusnya relatif kecil dan dapat dimaklumi karena ini merupakan program baru.
"Justru hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah provinsi. Secara umum, kami mengapresiasi Program Gratispol ini karena sudah berjalan dengan baik, dan ke depan tentu akan semakin sempurna pada tahun-tahun berikutnya," tegasnya.
Pada 2025, program Gratispol memang difokuskan untuk mahasiswa baru. Sementara pada 2026, cakupannya direncanakan untuk seluruh semester, dengan jumlah anggaran yang lebih besar.
"Kami dari civitas akademik UMKT menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Gratispol karena dalam jangka panjang program ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Rudianto Amirta Dilantik Jadi Rektor Unmul, Kemendiktisaintek Minta Kampus Perkuat Kontribusi
- Karhutla Berulang di Kalimantan, Koalisi PWYP Tagih Akuntabilitas Pemerintah dan Pemegang Izin
- Disnaker Tolak Pencatatan SPK Unmul, Serikat Pekerja Siapkan Sanggahan Ketiga hingga Rencana Hukum Lanjutan
- Boyong 58 Peserta ke Toraja Utara, PKBGT Klasis Kaltimteng Targetkan Hasil Terbaik di Prawira PKBGT 2026
- Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim









