Daerah

Samarinda Darurat Maling Helm: Penjagaan Ketat dan Parkir Berbayar Tak Jamin Keamanan

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 14 Januari 2026 18:56
Samarinda Darurat Maling Helm: Penjagaan Ketat dan Parkir Berbayar Tak Jamin Keamanan
Lahan Parkir di Taman Cerdas Samarinda yang kerap terjadi aksi pencurian helm. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Aksi pencurian helm di Kota Samarinda semakin meresahkan warga. Ironisnya, tindak kriminal ini tidak hanya menyasar tempat sepi, tetapi juga lokasi publik yang memiliki sistem penjagaan ketat, fasilitas CCTV, hingga area parkir berbayar. Fenomena ini memicu kekhawatiran karena kehilangan helm kini dianggap sebagai "hal biasa" oleh masyarakat setempat.

Salah satu korban, Jalia (25), menceritakan pengalamannya kehilangan helm merek GM saat sedang berkegiatan di area Taman Cerdas kepada Kaltim Today. Padahal, lokasi tersebut berada tak jauh dari Gedung PKK dan Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda yang seharusnya memiliki tingkat keamanan lebih baik.

"Saya taruh helm di spion kayak biasa. Awal mula sadar hilangnya itu pas teman saya mau pergi duluan ke parkiran, terus dia lihat helmnya hilang," ujar Jalia memberikan testimoni. Ternyata, bukan hanya helm Jalia yang raib, tetapi juga helm milik temannya yang bermerek sama.

Jalia merinci bahwa harga satu helm tersebut berkisar Rp250 ribu. Dengan dua helm yang hilang sekaligus, total kerugian mencapai Rp500 ribu. Ia berharap aparat hukum dapat bergerak cepat mengusut laporan kehilangan agar pelaku segera tertangkap. 

"Harapannya semoga penjual helm bekas itu tidak lagi asal menerima helm terindikasi hasil curian. Untuk aparat penegak hukum, kalau misalnya ada laporan kehilangan semoga bisa cepat diusut dan ditindak" tegasnya.

Kisah serupa dialami Agustin (23), yang bahkan telah kehilangan helm sebanyak tiga kali selama lima tahun tinggal di Samarinda. Kejadian pertama dialaminya pada 2023 di sebuah kafe di Jalan Ahmad Yani yang memiliki tukang parkir. Kejadian kedua terjadi pada Juli 2025 saat menghadiri salah satu festival di GOR Segiri.

"Padahal kita sudah bayar parkir, tapi ternyata enggak aman juga. Di sana banyak banget tukang parkirnya, tapi tetap hilang. Padahal sudah sempat diselipkan di jok motor," ungkap Agustin dengan nada kecewa.

Pencurian ketiga yang dialami Agustin terjadi di lokasi yang sangat tidak terduga, yakni Balai Kota Samarinda. Meskipun ada sejumlah petugas keamanan yang berjaga, helmnya tetap raib. Saat itu, fasilitas CCTV di lokasi tersebut sedang dalam perbaikan karena adanya renovasi gedung.

Total kerugian yang diderita Agustin dari tiga kali kehilangan tersebut mencapai hampir Rp1 juta. Akibat trauma, ia kini memilih untuk tidak membeli helm baru dan lebih menggunakan helm bekas. "Trauma buat beli baru lagi. Takut hilang," akunya.

Agustin mendesak adanya intervensi serius dari pemerintah karena keresahan ini sudah di tahap akut. "Kebanyakan sekarang keluhan kehilangan helm itu sudah kayak hal yang biasa aja. Jadi kayak, 'ya sudah sih namanya juga Samarinda, sudah biasa helm hilang.' Harusnya memang ada tindak lanjutnya," kata Agustin.

[NKH] 



Berita Lainnya