Daerah

Genangan Surut Bertahap di Kembang Janggut, Posko Kewaspadaan Tetap Disiagakan

Supri Yadha — Kaltim Today 14 Januari 2026 18:33
Genangan Surut Bertahap di Kembang Janggut, Posko Kewaspadaan Tetap Disiagakan
Situasi genangan banjir tampak surut di Kecamatan Kembang Janggut, pada Rabu (14/1/2026). (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Banjir tahunan di Kembang Janggut terus bergerak. Setelah wilayah hulu kering lebih dulu, air kini mengarah ke desa-desa hilir. Kondisi ini membuat posko kewaspadaan tetap dipertahankan meski genangan mulai turun, pada Rabu (14/1/2026).

Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyampaikan bahwa sejak siang hingga sore, dua desa paling atas yakni Long Bleh Modang dan Long Bleh Haloq sudah benar-benar bebas dari air. Situasinya berbeda dengan desa di bagian hilir yang masih menerima limpahan dari Tabang.

“Untuk desa bagian hulu sudah timbul semua, airnya surut. Sekarang bergeser ke hilir,” ujarnya saat dihubungi.

Di lapangan, air masih terlihat di Desa Pulau Pinang, Perdana, dan Kelekat. Namun menurut Suhartono, ketinggian sudah jauh lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Di ruas jalan utama, sisa genangan hanya sekitar 50 sentimeter. Sementara bagian permukiman relatif aman, hanya sekitar 10 rumah yang sempat tergenang tipis 5–10 sentimeter.

Suhartono menambahkan bahwa beberapa desa lain seperti Kembang Janggut, Hambau, Loa Sakoh, dan Genting Tanah masih harus bersiap. Bukan karena curah hujan, tetapi karena debit air yang turun dari hulu biasanya tertahan lebih lama di bagian hilir sebelum bergerak ke Kenohan.

“Tabang sudah kering, kami yang terima limpahan. Nanti setelah surut di sini, justru Kenohan yang tergenang. Ini pola tiap tahun,” jelasnya.

Meski kondisi tahun ini terbilang lebih ringan, pemerintah kecamatan belum menurunkan status kewaspadaan. Posko pemantauan tetap dipasang untuk berjaga-jaga jika debit air tiba-tiba naik akibat kiriman dari hulu.

“Posko tetap ada, sifatnya antisipasi. Kalau debit naik lagi kita bisa cepat koordinasi,” katanya.

Dari informasi prakiraan cuaca BMKG, curah hujan selama sepekan ke depan masih ada, tetapi tidak seintens sebelumnya. Hal ini ikut membantu proses penurunan genangan di wilayah hulu dan mempercepat pergerakan air ke hilir.

Meski begitu, Suhartono mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati. Ia menyoroti aktivitas anak-anak yang sering bermain di area genangan tanpa pengawasan orang dewasa.

“Himbauan kami tetap waspada, terutama soal anak-anak yang bermain di air. Bahaya tenggelam tetap ada. Untuk warga lainnya, pahami pola debit air karena banjir di sini datang bertahap,” pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya