Green Zetizen

Gelar Workshop di Paser, Yayasan Mitra Hijau Dorong Perempuan Jadi Kunci Transisi Energi, Bukan Sekadar Urus Dompet Rumah Tangga

Kaltim Today
16 Februari 2026 14:23
Gelar Workshop di Paser, Yayasan Mitra Hijau Dorong Perempuan Jadi Kunci Transisi Energi, Bukan Sekadar Urus Dompet Rumah Tangga
Sesi foto bersama seluruh peserta workshop "Perempuan sebagai Agen Perubahan" yang melibatkan keterwakilan perempuan dari berbagai desa di Kabupaten Paser. (Dok. Yayasan Mitra Hijau)

PASER, Kaltimtoday.co - Yayasan Mitra Hijau menggelar workshop bertajuk "Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Mendorong Transformasi Ekonomi dan Transisi Energi Berkeadilan" di Hotel Kyriad Sadurengas, Kabupaten Paser, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan keterwakilan perempuan dari berbagai desa, mulai dari Desa Uko, Songka, Samurangau, Klempang Sari, Batu Kajang, hingga Tanah Grogot.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi krisis ekonomi serta dampak perubahan iklim yang kian nyata di kehidupan sehari-hari.

"Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal," ungkap Dicky.

Dicky menyebut perempuan sebagai sosok yang paling pertama merasakan dampak buruk kenaikan harga pokok, cuaca tidak menentu, hingga lonjakan biaya energi.

Akademisi Universitas Mulawarman, Yayuk Anggraini, menambahkan bahwa setiap keputusan kecil di level rumah tangga merupakan bagian dari transformasi ekonomi.

(Dari kiri) Perwakilan akademisi Unmul, Ketua Dewan Pembina Mitra Hijau Dicky Edwin Hindarto, dan narasumber saat sesi diskusi workshop di Tanah Grogot. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan desa sebagai motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan di Kabupaten Paser. (Istimewa)
Perwakilan akademisi Unmul, Ketua Dewan Pembina Mitra Hijau Dicky Edwin Hindarto, dan narasumber saat sesi diskusi workshop di Tanah Grogot. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan desa sebagai motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan di Kabupaten Paser. (Istimewa)

"Mulai dari mengatur keuangan, memilih bahan baku, hingga menghemat energi adalah bentuk nyata agen perubahan," kata Yayuk.

Transformasi ekonomi ini bertujuan memperkuat penghidupan masyarakat agar lebih tangguh, sementara transisi energi memastikan peralihan menuju energi bersih tetap inklusif dan adil.

Di tingkat desa, perempuan seringkali menjadi motor penggerak kelompok usaha dan koperasi yang menjadi penopang ekonomi lokal masyarakat Paser.

Perempuan juga dinilai memiliki perspektif penting untuk memastikan bahwa kebijakan energi masa depan tidak meninggalkan kelompok rentan.

Melalui workshop ini, Yayasan Mitra Hijau berharap muncul kolaborasi kuat antara perempuan di Paser untuk menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan.

[TOS]



Berita Lainnya