Daerah

Jembatan Mahkota II Terancam Gelap Lebih Lama, Proses Perbaikan Masih Menunggu Ketuk Palu Anggaran

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 30 Januari 2026 21:00
Jembatan Mahkota II Terancam Gelap Lebih Lama, Proses Perbaikan Masih Menunggu Ketuk Palu Anggaran
Fasilitas penerangan jalan dan sejumlah lampu sorot dekoratif di Jembatan Mahkota II yang masih padam akibat peristiwa pencurian kabel. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kondisi gelap gulita menyelimuti bentang Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II selama sebulan terakhir akibat raibnya infrastruktur kelistrikan yang vital. Fasilitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sepanjang jembatan tersebut kini padam secara menyeluruh, sementara sejumlah lampu sorot dekoratif yang mempercantik struktur jembatan terpantau hanya berfungsi sebagian. 

Minimnya cahaya di jalur penghubung utama ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga secara langsung menurunkan standar keselamatan bagi para pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengonfirmasi bahwa pemadaman masif ini bukan disebabkan oleh kendala teknis alami, melainkan murni akibat aksi pencurian kabel instalasi yang berulang. 

Plt. Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, mengungkapkan bahwa para pelaku mengincar kabel yang terletak di sisi luar dan bawah struktur jembatan, sebuah area yang memang sulit diproteksi secara permanen karena alasan teknis konstruksi. 

Berdasarkan kalkulasi terbaru, dampak kerusakan fisik akibat aksi kriminal ini sangat signifikan. Untuk lampu sorot saja, nilai kerugian fisik ditaksir mencapai angka Rp300 juta, belum termasuk biaya jasa perbaikan dan pengadaan material pendukung lainnya. 

Sementara itu, kabel LPJU yang raib dilaporkan mencapai panjang total 2,8 kilometer, yang mencakup sisi kanan dan kiri jembatan sepanjang 1.400 meter. Dishub mengakui bahwa nominal total kerugian masih dalam tahap perhitungan mendalam karena skalanya yang sangat besar.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan penerangan di Jembatan Mahkota II akan kembali normal. Ayatullah menyebutkan bahwa proses perbaikan terkendala oleh pembahasan anggaran yang masih berlangsung. 

"Untuk perbaikannya memang belum bisa ditentukan kapan, karena kami masih menunggu pembahasan awal terkait anggarannya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan sepotong-sepotong karena kerusakan kabel ini berdampak pada sistem kelistrikan jembatan secara menyeluruh.

Sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, Dishub Samarinda kini mendorong penguatan pengamanan fisik dan teknologi di area jembatan. 

Salah satu poin krusial dalam rapat koordinasi lintas instansi adalah usulan penambahan kamera pengawas (CCTV) yang diarahkan khusus ke sisi luar struktur jembatan, tempat aset-aset vital terpasang. Selama ini, CCTV yang ada hanya difokuskan untuk memantau arus lalu lintas di atas jembatan. 

"Kami minta ada CCTV yang mengarah ke sisi luar jembatan, karena di situ ada banyak aset, bukan hanya kabel PJU, tapi juga kabel milik Kominfo. Padahal area itu seharusnya tidak boleh sembarang dimasuki," jelas Ayatullah.

Selain teknologi, opsi pengaktifan pos penjagaan fisik juga kembali dibahas untuk mengawasi area di luar pagar jembatan yang selama ini minim pengawasan. Dishub juga telah resmi melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. 

Meskipun aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga kini identitas pelaku pencurian kabel sepanjang 2,8 kilometer tersebut belum berhasil terungkap. Dishub khawatir jika pelaku tidak segera ditangkap, aksi serupa akan menyasar fasilitas publik lainnya di Samarinda. 

Masyarakat kini diminta untuk lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jembatan guna menjaga aset bersama.

[RWT]



Berita Lainnya