Daerah
Naik Jadi Sekda Samarinda, Neneng Jamin Pemeriksaan Sewa Mobil Mewah Tak Bakal Berhenti
Kaltimtoday.co, Samarinda - Wali Kota Samarinda resmi melantik Neneng Camelia Santi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda pada Kamis, 2 April 2026. Penunjukan mantan Kepala Inspektorat ini dilakukan di tengah sorotan publik mengenai polemik audit penyewaan mobil dinas VIP yang mencapai nilai Rp160 juta setiap bulannya.
Neneng menegaskan bahwa perpindahan jabatan dari instansi pengawas ke sekretariat daerah tidak akan menghentikan proses pemeriksaan yang sedang berjalan. Menurutnya, audit tersebut merupakan tanggung jawab kelembagaan Inspektorat dan bukan merupakan tugas personal yang melekat pada individu pejabatnya.
“Review itu tugas inspektorat, bukan tugas saya pribadi. Jadi kalau misalnya saya bergeser seperti ini, ya review tetap jalan. Gak ada yang di-stop, gak ada,” ujar Neneng.
Saat ini, surat tugas pemeriksaan telah diterbitkan dengan durasi 15 hari dan prosesnya sudah berjalan sekitar satu minggu. Ia memproyeksikan hasil akhir audit akan rampung dalam satu minggu ke depan dan akan langsung dilaporkan kepadanya untuk segera diambil tindakan lebih lanjut.
Nanti hasilnya tetap disampaikan ke saya selaku Sekretaris Kota Samarinda. Lebih enak lagi karena saya di sekretariat, jadi bisa segera menindaklanjuti nanti hasil rekomendasi review itu apa, tambahnya menjelaskan keuntungan posisi barunya dalam penyelesaian masalah tersebut.
Selain mengawal audit mobil dinas, Neneng juga dihadapkan pada tantangan kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami efisiensi. Ia mengaku telah menyiapkan strategi komunikasi dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghadapi keterbatasan anggaran yang berdampak pada proyek-proyek di Kota Tepian.
“Saya punya metode komunikasi kemudian kolaborasi nanti seluruh OPD kita satu padukan untuk menghadapi keadaan yang kurang secara fiskal. Jadi saya juga mohon dukungannya dari semua untuk kita bersama-sama keluar dari krisis karena adanya efisiensi,” jelas perempuan yang telah mengabdi sebagai ASN selama 24 tahun tersebut.
Pemilihan Neneng sebagai Sekda diklaim melalui proses sistem merit yang transparan, di mana namanya muncul dalam jajaran talenta potensial atau nine box.
“Prosesnya sat-set, karena di sistem kan sudah kelihatan tuh yang di kotak sembilan. Begitu dapat undangan, setelah itu persiapan wawancara dengan akademisi, ada dari provinsi juga, hingga wawancara dengan Pak Wali,” kata Neneng mengisahkan proses seleksinya.
Pengalamannya selama enam bulan di Inspektorat dianggap sebagai modal besar karena memberinya sudut pandang menyeluruh terhadap kinerja seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
“Justru menguntungkan pernah di inspektorat, jadi kita tahu permasalahan mendasar yang terjadi di Kota Samarinda. Karena di inspektorat itu dia sudah lumayan seperti bird eye view, bisa melihat seluruh OPD,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









