Daerah

Parkir Liar Truk di Jalur Peti Kemas Palaran Kembali Menjamur, Bahu Jalan Rusak Jadi Lahan Parkir Dadakan

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 05 Maret 2026 21:09
Parkir Liar Truk di Jalur Peti Kemas Palaran Kembali Menjamur, Bahu Jalan Rusak Jadi Lahan Parkir Dadakan
Kondisi Jalur 2 Jalan Poros TPK Palaran yang rusak, kini jadi lahan parkir dadakan. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Fenomena parkir liar truk kontainer di kawasan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda, terpantau kembali marak. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, puluhan armada besar kini memenuhi bahu jalan Jalur 2 menuju terminal tersebut. 

Area yang digunakan para sopir merupakan jalur yang saat ini sudah tidak beroperasi secara penuh, sehingga dianggap menjadi lokasi strategis untuk memarkirkan kendaraan dalam waktu lama.

Kondisi infrastruktur jalan dari simpang Bantuas hingga lampu merah TPK Palaran di Bukuan memang tengah mengalami hambatan teknis. Dalam beberapa tahun terakhir, akses menuju TPK Palaran hanya menyisakan satu jalur aktif untuk lalu lintas kendaraan. 

Jalur di sebelahnya terpaksa dinonaktifkan akibat adanya sisa longsoran tanah serta tanah amblas di sejumlah titik yang membahayakan pengguna jalan jika dilintasi. Kondisi jalan terbengkalai inilah yang kemudian dimanfaatkan para pengemudi truk untuk memarkirkan kendaraan mereka secara ilegal.

Beberapa jenis armada yang terparkir di lokasi mulai dari truk kontainer, dump truck, hingga gandengan kontainer yang didapati tidak memiliki pelat nomor kendaraan. Keberadaan kendaraan-kendaraan besar ini memenuhi sisi jalan yang tidak aktif, menciptakan pemandangan barisan truk yang berderet di sepanjang jalur menuju kawasan pelabuhan tersebut.

Salah seorang sopir dump truck yang berada di lokasi menjelaskan bahwa mereka memilih titik tersebut karena dianggap lebih aman dari gangguan lalu lintas lantaran jalurnya yang jarang dilalui kendaraan lain. 

"Ini kan jalurnya sudah jarang dilalui jadi kemungkinan aman aja parkir di sini kalau cuma semalam dua malam. Kemungkinan besok malam kami sudah enggak di sini lagi," ungkap sopir yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan mereka di bahu jalan TPK Palaran bukan untuk melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan setempat. "Bukan (bongkar muat), cuma nunggu teman aja karena kami satu tujuan mau ke Sulawesi. Ngangkut pupuk semua.”

Jalur tersebut hanya dijadikan titik tunggu atau tempat istirahat sementara bagi para sopir yang memiliki rute pengiriman lintas pulau. “Iya (menginap), tapi enggak lama. Semalam aja. Besok malam sudah harus lanjut berangkat lagi," singkatnya menutup. 

[RWT] 



Berita Lainnya