Kaltim
Pemerintah Lambat, DPRD Kaltim Minta Antisipasi Covid-19 Dipercepat
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah dinilai lambat melakukan antisipasi penyebaran virus corona Covid-19. Demi mencegah penularan yang lebih parah, Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Harun, meminta seluruh elemen turut mengantisipasi penyebaran Virus Corona atau covid-19.
Apalagi, saat ini ketersediaan alat pelindung diri atau APD masih langka di pasaran. Oleh sebab itu, Andi Harun berharap, bantuan dari sejumlah pihak dapat mempermudah ketersediaan APD dan kebutuhan medis lainnya terkait penanggulangan Virus Corona dapat terpenuhi.
"Kami juga mendorong pihak perusahaan tambang batu bara dan migas untuk berkontribusi," kata Andi Harun.
Entah itu melalui program CSR atau dalam bentuk apapun. Andi Harun tegaskan harus ada aksi nyata dari pihak perusahaan.
"Kita minta mereka menyisihkan keuntungan mereka (perusahaan untuk berpartisipasi tangani penyebaran corona," kata Andi Harun.
Andi Harun juga memaparkan, bahwa DPRD dan Pemprov Kaltim telah menyetujui mendahulukan alokasi anggaran untuk penanggulangan penyebaran corona atau covid-19.
"Saya dan pak gub sudah komunikasi dalam waktu dekat kita setujui mendahului APBD perubahan," kata Andi Harun.
Pemprov Kaltim akan mengalokasikan Rp 33 miliar untuk penanganan Virus Corona. Bahkan, jika kurang, akan ditinjau lagi untuk ditambah.
"Ya, kami akan didukung sesuai kebutuhan. Duit kita cukup, bahkan jika dialokasikan Rp 100 miliar bahkan," kata Andi Harun.
[TOS | ADV]
Related Posts
- Wali Kota Samarinda Desak Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga Miskin Hingga 2027
- Andi Harun Minta Sudarno TGUPP Diam Jika Tak Baca Aturan: “Siapkan Forum, Saya Tunjukkan Buktinya!”
- Jawaban Dinkes Kaltim Setelah Andi Harun Ngamuk-ngamuk Bantuan Iuran BPJS Kesehatan 49 Ribu Warga Samarinda Dihapus Pemprov
- Sekda Samarinda Bantah Manipulasi Anggaran Land Rover Defender, Sebut Status Selesai di Inaproc Adalah Pembayaran Sewa Tahunan
- ARUKKI Laporkan Dugaan Korupsi Sewa Kendaraan Operasional Wali Kota Samarinda ke Kejati Kaltim









