Daerah
Aksi Pencurian Kabel Berulang, Penerangan Jembatan Mahkota II Kembali Padam
Kaltimtoday.co, Samarinda - Keamanan dan kenyamanan pengguna Jembatan Mahkota II kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik penerangan di jembatan tersebut dilaporkan padam, membuat kondisi jalan minim cahaya dan berisiko bagi pengendara, khususnya pada malam hari dan jam lalu lintas padat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memastikan padamnya lampu di beberapa sisi jembatan bukan disebabkan oleh gangguan teknis maupun kerusakan alami. Setelah dilakukan pengecekan, penyebab utama diketahui berasal dari pencurian kabel instalasi penerangan yang menghubungkan jaringan listrik antartitik lampu.
Plt. Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, mengatakan kondisi lampu secara fisik masih dalam keadaan baik. Namun, hilangnya kabel pada satu jalur utama membuat aliran listrik ke sejumlah titik ikut terputus. “Kita lihat tidak semuanya mati, tapi di beberapa sisi. Pas dicek, ternyata ada kabel yang hilang. Artinya ini pencurian,” ungkapnya.
Dampaknya, jumlah lampu yang tidak berfungsi cukup besar. Dishub mencatat sebanyak 32 lampu sorot berdaya 260 watt dan 28 lampu sorot 480 watt padam. Selain itu, sekitar 20 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) juga terdampak. Kondisi ini membuat sebagian area Jembatan Mahkota II menjadi gelap dan rawan, terutama bagi pengendara roda dua.
Menurut Ayatullah, pencurian satu titik kabel bisa langsung mematikan lampu di jalur berikutnya. “Lampunya masih ada, masih bagus. Tapi karena kabelnya dipotong di satu titik, jalur setelahnya ikut terdampak. Itu yang jadi kendala,” jelasnya.
Ia menilai posisi kabel yang berada di sisi luar dan bawah struktur jembatan menjadi faktor utama kerawanan. Selain mudah dijangkau, kabel tersebut juga tidak memungkinkan ditanam langsung ke dalam konstruksi jembatan karena berpotensi merusak struktur. “Posisinya di pinggir jembatan, di luar. Jadi memang rawan,” ujarnya.
Ayatullah juga mengungkapkan bahwa kasus pencurian kabel di fasilitas publik bukan kejadian baru. Aksi serupa sudah beberapa kali terjadi di lokasi berbeda di Samarinda. “Hilang kabel itu sebetulnya sudah sering. Kabel ini memang ada nilainya,” katanya.
Akibat kejadian ini, kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Namun angka tersebut masih akan dihitung lebih rinci karena tidak semua kabel harus diganti seluruhnya. “Masih kita hitung ulang. Ada yang bisa disambung, ada juga yang harus diganti,” tambahnya.
Selain kerugian materi, Ayatullah menyoroti dampak sosial yang dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan, momen akhir tahun yang seharusnya menampilkan pencahayaan jembatan secara maksimal justru terganggu akibat aksi pencurian tersebut. “Harusnya kondisinya terang dan cantik, tapi sekarang malah hilang,” tuturnya.
Ayatullah mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi Jembatan Mahkota II. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kehati-hatian. Ia juga mengajak warga untuk ikut menjaga fasilitas umum dengan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan.
“Kalau ada yang melihat orang melakukan kegiatan mencurigakan, mohon dibantu. Karena yang rugi itu kita bersama,” pungkas Ayatullah.
[RWT]
Related Posts
- 1.804 Pedagang Tempati Lapak Pasar Pagi Tahap Pertama, Polemik Hak Pemegang SKTUB Belum Usai
- Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Sungai Pinang Ditangkap
- Polemik Lahan Pasar Bengkuring Memanas, BPKAD Samarinda: Status Aset Berdasar Penyerahan Perumnas
- Ibu Kandung Pembuang Bayi di Sungai Pinang Samarinda Resmi Jadi Tersangka
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan









