Kaltim
Hadiri Fatmawati Trophy 2026, Ananda Emira Moeis Puji Kekayaan Ragam Batik Kaltim
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti kekayaan dan keragaman motif batik khas Kaltim dalam ajang Fatmawati Trophy 2026. Ia berharap ajang ini dapat menjadi wadah bagi para desainer dan pegiat busana untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Menurut Ananda, setiap daerah di Kalimantan Timur memiliki motif dan filosofi batik yang berbeda-beda. Melalui proses penjurian di ajang ini, pihaknya mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai ragam motif batik khas Kaltim yang selama ini belum banyak dikenal luas oleh publik nasional.
Ia mencontohkan, banyak masyarakat luar daerah yang salah mengenali motif lokal Kaltim karena keterbatasan informasi.
"Kita tahunya ada batik-batik cumi-cumi, ternyata itu namanya kelakai atau pakis. Tapi orang di Jakarta tahunya itu batik cumi-cumi. Terus di pedalaman tadi ada batik lagdoyo, banyak sekali jenisnya. Belum lagi yang tadi dari ulin, pakaroso. Kita jadi banyak tahu," ujar Ananda, Jumat (19/6/2026).
Ananda menambahkan, eksplorasi kebudayaan seperti ini sejalan dengan garis perjuangan partai dalam menjaga kepribadian dalam kebudayaan. Kekayaan ini merupakan aset bangsa yang bernilai tinggi.
“Amanat Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Tidak cuma dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari apa yang dihasilkan oleh sumber daya manusianya, salah satunya tercermin dari beragam motif batik kita,” lanjutnya.
Melalui penyelenggaraan Fatmawati Trophy 2026, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus menyalakan semangat perjuangan pahlawan nasional Fatmawati dalam dunia kreativitas modern. Ajang ini diharapkan mampu memicu motivasi generasi muda untuk mencintai produk lokal.
“Ini sebagai wadah dan mudah-mudahan dengan wadah yang dibuat untuk teman-teman semua bisa menjadikan ini sebuah motivasi. Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat untuk berkarya, dan karyanya bisa mengharumkan nama bangsa,” pungkas Ananda.
[TOS]
Related Posts
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate
- Deforestasi Berau Tertinggi di Indonesia, Gamalis Sentil Perusahaan yang Hanya Ambil Hasil Hutan
- Misran Toni Bebas, LBH Samarinda Sebut Pembunuh Russel di Muara Kate Masih Berkeliaran
- Terlalu Lama Diisi Plt, Pengamat Unmul Sebut Kinerja Birokrasi Pemprov Kaltim Berisiko Menurun
- Respons Rekomendasi Penutupan Imbas Kasus Kekerasan Seksual, Plt Pimpinan Ponpes: Kami Menerima Saja









