Daerah

Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas

Supri Yadha — Kaltim Today 03 Agustus 2026 16:38
Diduga Keracunan MBG, 46 Siswa dan Guru SD di Sebulu Dilarikan ke Puskesmas
Camat Sebulu, Edy Fahruddin (peci merah) saat mendampingi siswa dan guru yang diduga keracunan MBG. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Puluhan siswa dan guru di dua sekolah dasar di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), harus mendapatkan perawatan medis usai diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (3/8/2026).

Sedikitnya 46 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan langsung dievakuasi ke puskesmas.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 27 orang menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD). Sementara 19 lainnya ditangani di poli anak.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan, korban berasal dari SDN 025 dan SDN 003 Sebulu, terdiri atas murid maupun guru.

Ia menjelaskan, sebelum makanan dibagikan kepada para siswa, guru terlebih dahulu mencicipi hidangan sesuai prosedur yang diterapkan di sekolah.

"Kurang lebih sekitar 46 orang yang terdiri dari anak-anak dan guru sudah dilarikan ke puskesmas terdekat," kata Edy.

Informasi awal yang diterima pihak kecamatan menyebutkan makanan yang disajikan diduga sudah tidak layak konsumsi. Dugaan itu muncul setelah hidangan yang dicicipi terasa masam, sementara pentol yang disajikan diduga telah basi.

Meski begitu, dugaan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab insiden. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang untuk memastikan sumber masalah.

"Menurut informasi awal, makanannya terasa masam dan pentolnya basi, tapi ini masih belum pasti," tuturnya.

Edy menjelaskan, distribusi menu MBG di kedua sekolah berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 Wita.

Tak lama setelah makanan dikonsumsi, para siswa dan guru mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga tubuh terasa lemas.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bersama petugas kesehatan segera membawa para korban ke puskesmas agar segera memperoleh penanganan medis.

Hingga saat ini, tercatat 27 pasien dirawat di UGD dan 19 lainnya menjalani perawatan di poli anak. Belum ada korban yang dirujuk ke rumah sakit karena seluruhnya masih menjalani observasi di puskesmas.

Insiden tersebut juga membuat puluhan orang tua siswa berdatangan ke puskesmas untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. 

Sejak siang, ruang tunggu dipenuhi keluarga yang menanti perkembangan kesehatan para korban.

"Kini para orang tua murid telah berkumpul di puskesmas untuk menjenguk anaknya yang sedang mendapatkan perawatan," imbuhnya.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kecamatan juga belum memberikan keterangan mengenai penyedia makanan maupun langkah evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut.

[RWT]



Berita Lainnya