Daerah
Isran Noor Harap PT Sinarmas Bangun 200 Unit RLH Tahun Depan
Kaltimtoday.co, Muara Wahau - Gubernur Kaltim, Isran Noor meninjau progres pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bantuan community social responsibility (CSR) Sinarmas Group di Desa Nehas Liah Bing.
Ketua Umum Asosiasi Gubernur Se-Indonesia itu mengucapkan terima kasih terhadap pimpinan Sinarmas yang telah memberikan CSR-nya untuk Pembangunan Rumah Layak Huni terhadap masyarakat kurang mampu.
"Bagus sudah ini. Bersyukur ya Pak Wilson sudah dibangunkan rumah layak huni," kata Isran Noor kepada Wilson, penerima bantuan CSR rumah layak huni Sinarmas Group di Desa Nehas Liah Bing.
Bantuan rumah layak huni dari Sinarmas Group lainnya sedang dibangun di Desa Muara Pantun, Kecamatan Telen masih di Kabupaten Kutai Timur. Bantuan rumah layak huni di Telen diberikan kepada Sigit, warga penerima lainnya.
"Sinarmas baru bangun dua ini, tahun depan tambah 200 unit ya," pesan Gubernur kepada manajemen Sinarmas Group, setengah bercanda.
Saat peninjauan, Gubernur Isran Noor bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Ketua Badan Pengelola Rumah Layak Huni (BPRLH) M Taufik Fauzi, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang.
Untuk satu unit konstruksi kayu tipe 45 anggaran yang disiapkan sebesar Rp 115 juta. Sementara pekerjaan fisik dilakukan bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman melalui Kodim Sangatta. Pilihan rumah kayu dipilih sebab kawasan itu tergolong rentan banjir.
Kondisi bangunan RLH saat dilakukan peninjauan oleh Gubernur Isran Noor sudah mencapai 70 persen,Tahun ini, Sinarmas Group membantu dua rumah untuk program yang digagas Gubernur Isran Noor dalam upaya menekan jumlah angka kemiskinan di Kaltim yang saat ini tercatat masih berjumlah sekitar 6,3 persen.
[RWT]
Related Posts
- Kritik Trump Tangkap Presiden Venezuela, Megawati Soroti Neokolonialisme di Rakernas I PDI Perjuangan
- Hadapi Potensi Bencana 2026, Dinsos Kaltim Siapkan 12.500 Bantuan Paket Logistik
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan
- Wacana Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD, Seno Aji Akui Biaya Pilkada Langsung Lebih Besar
- Dosen Unmul Kritik Pilkada Lewat DPRD, Sebut Potensi Hidupkan Kembali Orde Baru









