Daerah
OPD Banyak Diisi Pelaksana Tugas, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Segera Seleksi untuk Penetapan Jabatan Definitif
Kaltimtoday.co, Samarinda - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi Kaltim masih banyak diisi Pelaksana Tugas (Plt). Menyikapi hal itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud akan segera menetapkan pejabat definitif di setiap OPD.
Di awal kepemimpinannya, Rudy Mas'ud memastikan agar setiap OPD diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyusun tim pemerintahan yang lebih solid dan efektif.
"Belum tentu pejabat Plt saat ini akan diangkat sebagai kepala dinas. Kita akan melakukan exercise dan profiling terlebih dahulu," ujar Rudy Mas'ud.
Menurutnya, penempatan pejabat akan mengacu pada sejumlah prinsip, salah satunya sistem merit. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 1, sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi.
Selain itu, Rudy Mas'ud menambahkan bahwa proses seleksi akan melibatkan tim tersendiri untuk mencari siapa yang akan mengisi jabatan defenif di setiap OPD.
"Pastinya ada panitia seleksi yang akan menilai setiap kandidat," bebernya.
Kendati begitu, ia belum memberikan rincian lebih lanjut terkait jadwal seleksi tersebut. Saat ditanya kapan proses ini akan dilakukan, Rudy hanya menjawab singkat.
"Untuk seleksinya belum tau pasti, intinya lebih cepat lebih baik," tutupnya.
Sebagai informasi, ada beberapa OPD yang masih diisi Pelaksana Tugas (Plt). Dua di antaranya ialah Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kaltim dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.
[RWT]
Related Posts
- Kritik Trump Tangkap Presiden Venezuela, Megawati Soroti Neokolonialisme di Rakernas I PDI Perjuangan
- Hadapi Potensi Bencana 2026, Dinsos Kaltim Siapkan 12.500 Bantuan Paket Logistik
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan
- Wacana Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD, Seno Aji Akui Biaya Pilkada Langsung Lebih Besar
- Dosen Unmul Kritik Pilkada Lewat DPRD, Sebut Potensi Hidupkan Kembali Orde Baru









