Daerah

Penjual Es Krim Gabin di Samarinda Datangi PLN, Tuntut Kompensasi Imbas Pemadaman Berulang

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 03 November 2026 16:42
Penjual Es Krim Gabin di Samarinda Datangi PLN, Tuntut Kompensasi Imbas Pemadaman Berulang
Penjual Es Krim Gabin, Gissel. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Setelah mengeluh di media sosial atas pemadaman listrik berulang, penjual es krim gabin memberanikan diri untuk datang ke PLN Samarinda demi menuntut kompensasi.

Penjual Es Krim Gabin, Gissel mengaku listrik kerap padam setiap dua hingga tiga hari sekali, sehingga berdampak langsung terhadap usaha yang dijalankannya.

Ia mengatakan, dalam sehari dirinya memproduksi sebanyak 540 biji es krim gabin. Dengan harga jual Rp10 ribu per biji, potensi kerugian yang dialaminya bisa mencapai jutaan apabila seluruh es krim meleleh akibat listrik padam.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi. Ia mengaku setidaknya telah empat kali mengalami kerugian akibat pemadaman listrik yang disadarinya. Kondisi itu membuatnya kecewa, terlebih biaya listrik yang dibayarkan setiap bulan tidak sedikit.

Sesampainya di kantor PLN, dirinya hanya bertemu dengan pihak pelayanan dan security. Ia menyebut manager yang ingin ditemuinya tidak kunjung keluar meski dirinya telah menunggu selama berjam-jam.

“Saya sebenarnya bukan demo atau melakukan apa-apa. Saya hanya menuntut hak, karena kami membayar listrik juga tidak sedikit. Sedikit-sedikit mati lampu, kami sebagai penjual tentu merasa dirugikan,” ujarnya pada Selasa (03/11/2026).

Ia beranggapan, persoalan ini bukan sekadar listrik yang tiba-tiba mati. Ada biaya produksi dan pengeluaran usaha yang tetap harus ditanggung, sementara barang dagangannya potensi mencair sebelum terjual.

Setidaknya, pihak terkait memberikan penjelasan mengenai penyebab pemadaman yang kerap terjadi. Menurutnya, masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas agar tidak berspekulasi mengenai gangguan listrik tersebut.

“Kami ingin membicarakan bagaimana ini, apa alasannya. Coba kasih penjelasan supaya kami sebagai masyarakat tidak berasumsi macam-macam,” tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya