Daerah
Banjir Samarinda Tak Kunjung Surut, Pengamat Unmul Sarankan Pembentukan Tim Khusus
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kondisi banjir di wilayah Samarinda tak kunjung surut. Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda) juga terus melakukan upaya evakuasi warga terdampak. Fenomena banjir tersebut disoroti langsung oleh Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar. Ia menilai, pemerintah harus membentuk tim khusus untuk penanganan banjir di Samarinda.
Melalui data BPBD Samarinda, total ada 108 RT yang terdampak, 4.118 kepala keluarga total 13.354 warga yang terkena imbas dari banjir di Samarinda.
Menurut Syaiful, ada dua jenis cluster banjir. Pertama, genangan banjir pasca hujan lebat. Kedua, genangan banjir yang berlangsung dalam jangka lama. Ia mengatakan, Pemkot Samarinda harus fokus dalam penanangan banjir selama beberapa hari ke depan.
"Jika kita lihat, memang kalau untuk genangan banjir pasca hujan lebat, dibeberapa titik cepat turunnya. Namun, ada juga yang beralih ke titik-titik yang lain," sebut Syaiful.
Syaiful juga menyoroti Bendungan Benanga yang ada di Lempake, Samarinda. Mustinya, pemkot harus bisa menjinakkan bendungan tersebut, sebagai komitmen dalam meminimalisir banjir ke titik-titik rawan.
"Jadi perlu penggalian lebih dalam di sana, juga diperluas area bendungannya. Selain itu, konsisten juga untuk menjaga lingkungan di sekitar bendungan. Jangan sampai dibuka untuk perumahan-perumahan yang signifikan, apalagi dibuka untuk penambangan batu bara," jelas Syaiful.
Ia menyebut bahwa, banjir di Samarinda bisa dikurangi, namun tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Walaupun ada masa tambahan jabatan Andi Harun setelah terpilih kembali jadi Wali Kota Samarinda.
"Kewajiban Pemkot Samarinda adalah mengurangi dampak banjir, baik dari segi ketinggian, wilayah terdampak, maupun lamanya genangan," tegasnya.
"Soal banjir di Samarinda, pemkot harus membuat tim khusus untuk penanganan banjir," kata Syaiful pada Kamis (30/01/2025).
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Kuota Impor Daging Sapi Swasta 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti Wanti Gelombang PHK
- PLN Gandeng Kejaksaan, Perkuat Perlindungan Aset Ketenagalistrikan
- Aksi Pencurian Kabel Berulang, Penerangan Jembatan Mahkota II Kembali Padam
- Antrean Biosolar Picu Kemacetan dan Kecelakaan, Dishub Samarinda Siapkan Filter Ketat Kendaraan Tak Laik Jalan
- Promo Awal 2026: PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik, Ini Syarat dan Caranya









