Daerah
Pemberangkatan Jemaah Haji 2025 Didominasi 45 Persen Lansia, Kemenag Kaltim Imbau Siapkan Fisik dan Mental
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim memaparkan persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2025. Tercatat, ada 5.708 jemaah haji yang akan berangkat tahun ini, dengan dominasi 45 persen dari kalangan lansia.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kaltim, Mohlis Hasan menyampaikan bahwa, ribuan jamaah haji tersebut akan berangkat ke tanah suci mulai 6 Mei 2025.
"Jadi melalui embarkasi Balikpapan, ada empat provinsi yang dilayani yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah," kata Mohlis.
Ia merinci, sebanyak 2.586 jemaah haji dari Kalimantan Timur, 416 jemaah haji dari Kalimantan Utara, 1.993 jemaah haji dari Sulawesi Tengah, dan 713 jemaah haji dari Sulawesi Utara.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa persiapan keberangkatan haji pun sudah matang. Mulai dari transportasi, asrama, katering, serta kebutuhan lainnya untuk para jemaah haji.
"Persiapanya alhamdulillah sudah selesai. Tinggal kita menunggu pemberangkatan saja lagi,"sebutnya.
Dengan didominasi 45 persen lansia, Kemenag Kaltim juga mempersiapkan langkah khusus untuk menjaga para jemaah, dari keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air nantinya.
"Ada bidang khusus untuk yang menangani jemaah lansia ini. Kemenag memberikan prioritas kepada jemaah lansia terutama yang usianya di atas 80 tahun. Sedangkan untuk umur yang di bawah itu, nantinya juga kami dampingi oleh para tim yang bekerja di lapangan," imbuhnya.
Kendati begitu, ia juga mengimbau kepada seluruh jemaah, untuk mempersiapkan diri sebelum keberangkatan pada Mei 2025. Terutama soal persiapan fisik dan mental mereka.
"Persiapkan diri sebelum berangkat, jangan lupa membawa obat mandiri untuk berjaga-jaga. Semoga keberangkatan haji tahun ini bisa berjalan dengan lancar," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan
- Wacana Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD, Seno Aji Akui Biaya Pilkada Langsung Lebih Besar
- Dosen Unmul Kritik Pilkada Lewat DPRD, Sebut Potensi Hidupkan Kembali Orde Baru
- Pemulihan Pasca Bencana Banjir, Kaltim Kirim Bantuan Rp 1 Miliar ke Sumatera Barat
- Komisi III DPR: Pendemo Hanya Bisa Dipidana Jika Picu Keonaran dalam KUHP Baru









