Kaltim
IKA FISIP Unmul Serukan Aksi Damai, Tolak Anarkisme dalam Demonstrasi
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IKA FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) menyerukan agar demonstrasi di Samarinda dan daerah lain dilakukan secara damai, tanpa tindakan anarkis.
Ketua IKA FISIP Unmul, Andi Fathul Khair, menegaskan setiap warga negara memiliki hak menyampaikan pendapat dan mendapat perlindungan hukum. Namun ia menolak jika mahasiswa atau alumnus dijadikan kambing hitam dalam dinamika politik nasional maupun daerah.
“Setiap alumnus bebas berpendapat, tetapi tidak semua aksi mereka mewakili organisasi. Kami menolak jika mereka dijadikan alat dalam pertarungan elite politik,” kata Andi, Rabu (3/9/2025).
Andi membenarkan bahwa salah satu peserta aksi, Niko Hendro, adalah alumnus FISIP Unmul. Namun ia menegaskan Niko bertindak atas nama pribadi.
IKA FISIP Unmul, lanjut Andi, mendukung partisipasi mahasiswa dan alumnus untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan bangsa, selama dilakukan secara damai.
“Aparat negara harus menegakkan hukum secara adil dan profesional, bukan hanya melindungi elite, tetapi seluruh rakyat,” ujarnya.
IKA FISIP juga mengingatkan semua pihak agar tidak mudah terprovokasi serta mampu menyaring informasi di tengah situasi politik yang memanas. Aspirasi masyarakat, kata Andi, sebaiknya disampaikan melalui jalur dialog dan mekanisme hukum.
“Kami mengajak semua pihak, terutama mahasiswa dan alumnus, untuk mengekspresikan aspirasi dengan cara damai dan konstruktif,” tambahnya.
Organisasi ini berharap tercipta iklim demokrasi yang sehat, di mana penyampaian aspirasi bisa dilakukan tanpa konflik maupun kekerasan.
[TOS]
Related Posts
- Unmul Bersholawat Jilid III, Rektor Ajak Civitas Akademika Perkuat Iman dan Doakan Bangsa
- Dari Expo hingga Pasar Murah, Unmul Buka Dies Natalis untuk Masyarakat
- 13 Tahun Menunggu, Warga Ring Road Tahap 3 Tagih Ganti Rugi Lahan
- BIFF 2026 Tak Sekadar Panggung Fashion, Dekranasda Bidik UMKM Kaltim Tembus Pasar Global
- BI Kaltim Dorong Digital Farming, Hasil Panen Padi Melonjak Jadi 6,95 Ton per Hektare









