Politik
Pilwali Samarinda Kotak Kosong, KPU Sebut Berkas Andi Harun-Saefuddin Zuhri Butuh Perbaikan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda menyatakan bahwa Pilwali Samarinda 2024 hanya akan diikuti oleh pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri, menyusul berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran tanpa ada calon lain yang mendaftar, Kamis, 5 September 2024.
Komisioner KPU Samarinda Divisi Teknis Penyelenggaraan, Arif Rakhman menjelaskan bahwa, berkas persyaratan pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri, sudah masuk tahap verifikasi.
"Hari ini terakhir verifikasi administrasi berkas Andi Harun-Saefuddin Zuhri. Hasilnya, ada beberapa yang masih perlu diperbaiki," jelasnya.
KPU sendiri akan memanggil tim LO pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri, menyampaikan apa saja berkas yang perlu perbaikan, hingga dinyatakan memenuhi syarat (MS). Proses perbaikan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 - 8 September 2024.
"Salah satu yang perlu perbaikan ada di berkas visi-misi bapaslon. Itu belum ditandatangani, jadi kami minta untuk diperbaiki," tuturnya.
Terkait kotak kosong, KPU menyatakan bahwa tujuh parpol non parlemen yang tersisa, sama sekali tidak menentukan arah dukungan ke bapaslon yang ada, sampai masa pendaftaran usai beberapa hari lalu.
"Pasangan bacalon Andi Harun-Saefuddin Zuhri kan yang terdaftar parpolnya ada 11 Namun, tujuh parpol non parlemen yang tersisa, tidak mengusung paslon lain ataupun mendukung Andi Harun-Saefuddin Zuhri sebelum masa pendaftaran berakhir," tambahnya.
Karena pendaftaran telah usai, Arif menyebut bahwa ketujuh parpol non parlemen tersebut sudah tidak bisa mengusung pasangan calon di Pilwali.
"Kalau sebagai pendukung boleh, karena ini berkaitan dengan hak partai masing-masing. Tapi jika dimuat pada B1KWK parpol, sudah tidak bisa," tutup Arif.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Lewat Seni, Generasi Muda Gaungkan Seruan Perlindungan Lanskap Mahakam
- Bawa Senjata Api Rakitan, Seorang Pria Diamankan di Terminal Lempake
- Kritik Trump Tangkap Presiden Venezuela, Megawati Soroti Neokolonialisme di Rakernas I PDI Perjuangan
- PLN Gandeng Kejaksaan, Perkuat Perlindungan Aset Ketenagalistrikan
- Aksi Pencurian Kabel Berulang, Penerangan Jembatan Mahkota II Kembali Padam









