Samarinda
Antisipasi Penyebaran Omicron di Samarinda, Andi Harun Minta Kerja Sama Antar Tiap Daerah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Peningkatan kasus positif Covid-19 terjadi signifikan di Pulau Jawa dan Bali akibat varian Omicron. Pemerintah pusat pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa mewaspadai fenomena ini. Tak terkecuali Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan bahwa, selain waspada, dia meminta masyarakat tak perlu panik. Pasien positif dikategorikan dengan 3 gejala. Mulai ringan, sedang, dan berat. Mereka yang harus dirawat di rumah sakit harus yang mengalami gejala berat dan kritis. Hal ini untuk menjaga angka bed occupancy rate (BOR) tetap stabil. Sedangkan mereka yang memiliki gejala ringan dan sedang, dirawat di tempat-tempat isolasi atau melakukan isolasi mandiri.
"Ditegaskan bahwa sekali lagi yang diarahkan Pak Presiden adalah pasien yang mengalami gejala berat dan kritis. Strategi untuk menghadapi gelombang ketiga ini juga diupayakan untuk mempercepat vaksin," beber Andi.
Andi juga berharap kerja sama antar daerah. Misalnya, tiap daerah secara aktif melakukan pemantauan, meningkatkan testing dan tracing untuk kasus yang sudah ada di daerah masing-masing. Demi menjaga daerah itu sendiri.
Baca Juga: Agus Suwandi Sebut Kolaborasi Anggaran Jadi Kunci Penanganan Banjir Samarinda di Era Andi HarunLihat postingan ini di InstagramBaca Juga: Wali Kota Samarinda Desak Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga Miskin Hingga 2027Baca Juga: ARUKKI Laporkan Dugaan Korupsi Sewa Kendaraan Operasional Wali Kota Samarinda ke Kejati Kaltim
"Kami berharap, kerja sama dan kekompakan kami antara kepala daerah dan Forkopimda di masing-masing daerah. Sehingga alternatif penyekatan dan pembatasan orang masuk lintas daerah tidak lagi terjadi seperti tahun lalu," lanjut Andi.
Menurutnya, jika masing-masing daerah mampu meningkatkan kewaspadaan maka secara otomatis akan menciptakan ketenangan di tiap daerah. Sejauh ini, mengingatkan kelurahan dan kecamatan untuk semakin menggalakkan Satgas Covid-19 di daerah masing-masing sudah dilakukan. Termasuk kembali dilakukan operasi yustisi untuk peringatkan penggunaan masker dan mengaktifkan secara masif aplikasi PeduliLindungi.
"Itulah strategi yang akan dijalankan di Samarinda. Sambil terus memantau dan mengikuti perkembangan kasus. Untuk PTM di sekolah masih berjalan sampai ada kebijakan lebih lanjut," tutupnya.
[YMD | RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Wali Kota Samarinda Endus Persekongkolan di Perumahan Korpri APT Pranoto, Temukan Bangunan Melampaui Kuota
- Mobil Dinas Defender Wali Kota Samarinda Turut Disorot, Pemkot Sebut Sewa Bulanan Rp160 Juta ke PT Indorent Lebih Efisien
- Klarifikasi Andi Harun Soal Land Rover Defender KT 1: Itu Mobil Sewaan untuk Tamu VIP
- Wali Kota Samarinda Rombak Jabatan Eselon II, Sejumlah Kepala OPD Samarinda Bergeser Posisi
- Parkir Liar GOR Segiri Samarinda Bandel: Jumat Ditegur Wali Kota, Sabtu Ditertibkan Dishub, Senin Kembali Pungut Tarif Tak Wajar








